Saturday, July 30, 2016

Hakko Ichui

"Delapan Penjuru Dunia di Bawah Satu Atap" adalah makna dari slogan Hakko Ichui ini, slogan ini digunakan Negeri Matahari Terbit untuk menciptakan kawasan kemakmuran bersama Asia Timur Raya saat Perang Dunia 2, di Indonesia, Jepang mengadakan semacam pelatihan guru yang digunakan untuk mendoktrin slogan ini.
Jepang mulai menggunakan slogan ini sebagai kebijakan nasional sejak Perang Tiongkok-Jepang Kedua, tanggal 26 juli 1940, PM (Perdana Mentri) Konoe Fumimaro menetapkan Kihon Kokusaku Yoko atau Doktrin Kebijakan Dasar Nasional. Tujuan dasar dari Doktrin Kebijakan Dasar Nasional ini sendiri adalah "Mewujudkan perdamaian dunia sesuai semangat agung pendirian negara, yakni delapan penjuru dunia di bawah satu atap sebagai kebijakan nasional Kekaisaran jepang dan sebagai langkah awal, pertama, menjadikan Kekaisaran Jepang sebagai inti persatuan yang kuat antara Jepang-Manchuria-Tiongkok untuk fondasi pendirian tatanan baru Asia Timur Raya."
Ketika mencari Hokki Ichiu pada kamus besar Jepang saat ini, makna dari Hokko Ichiu adalah "slogan yang dipakai untuk pembenaran agresi Jepang ke luar negeri selama Perang Dunia II, sedangkan pada Heibonsha World Encyclopedia "stereotipe ultranasionalisme berupa doktrin bangsa sendiri sebagai ras tertinggi dan doktrin supremasi untuk melakukan opresi dan aneksasi terhadap bangsa lain yang di perluas hingga agresi oleh negara dan militer untuk mencapai tujuan tersebut, serta gerakan/ide untuk peng-ortodoks-an, penyatuan, dan mobilisasi rakyat.

Thursday, July 28, 2016

Kamikaze

Namanya sendiri berarti angin suci atau angin dewa, namun nama ini menjadi nama serangan bunuh diri yang ditujukan untuk membela kehormatan, kaisar, negara, dan dewa matahari.
Dilakukan pertama kali oleh pasukan elit terlatih dari jepang saat penyerangan ke Pearl Harbor, pangkalan pusat amerika di daerah pasifik, serangan ini dilakukan oleh angkatan udara tokkōtai atau
tokubetsu kōgeki tai yang artinya unit serangan khusus dan oleh angkatan laut shinpū tokubetsu kōgeki tai.
Tanpa adanya rasa ragu dan takut, serangan Jepang terhadap Amerika saat itu menjadi sangat efektif sekaligus menakutkan, serangan ini dilakukan karna saat itu blok sentral tidak memiliki banyak harapan, sehingga Jepang pun mengambil keputusan berani penuh perhitungan seperti itu.
Jepang merupakan negara yang kental kepercayaannya terhadap dewa dan sebagainya, oleh karna itu, tidak sulit bagi pemerintah Jepang untuk mengadakan perekrutan pasukan kamikaze, mereka percaya bahwa pilot kamikaze akan mendapatkan tempat yang baik di alam lainnya.

Sunday, May 8, 2016

National Movement, Generally

Pergerakan nasional adalah gerakan menuju tujuan yang dianggap dapat membuat sejahtera pada saat itu, berdasarkan banyak faktor, beberapanya adalah faktor luar dan faktor dalam, faktor luarnya adalah fakta fakta dan berita yang datang dari luar negeri yaitu kemenangan Jepang melawan Rusia (1905) yang membuktikan bahwa asia dapat menentang negeri barat yang saat itu berkuasa atas asia.

Faktor pergerakan ini juga datang dari dalam, kesengsaraan dan kesan-kesan buruk yang diberikan bangsa luar terhadap masyarakat sehingga membuat masyarakat memberontak dan mencoba menggapai kata merdeka.

Pergerakan ini diawali secara resmi oleh dr. Wahidin Sudiruhusodo dengan memberikan gagasan kepada pelajar-pelajar Stovia yang salah satunya bernama Sutomo, gagasan ini membangkit semangat para pelajar sehingga berujung dengan rapat dan membentuk organisasi bernama Budi Utomo yang diketuai oleh Sutomo.

Tujuan awal dari berdirinya Budi Utomo adalah untuk menjamin kemajuan bangsa, dengan pendidikan dan pengajaran dalam lingkup yang luas. Budi Utomo akhirnya mengusulkan Komite Pertahanan Hindia yang bertujuan untuk mempertahankan Indonesia dari serangan luar, namun pemerintah Belanda menolak usulan itu dan jurtru mendukung pembentukan Dewan Rakyat Hindia, ketika Dewan Rakyat Hindia didirikan, Budi Utomo berpartisipasi didalamnya dan mencantumkan tujuan Indonesia Merdeka di organisasi tersebut.

Kejadian ini melatar belakangi kebangkitan masyarakat Indonesia dan menyebabkan banyak terbentuk organisasi-organisasi yang bergerak dalam pergerakan nasional demi kemerdekaan Indonesia.

Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pergerakan nasional ini antara lain:
Dr. Sutomo, seperti yang dikatakan sebelumnya, beliau adalah pendiri Budi Utomo, organisasi yang diketahui sebagai perintis organisasi pergerakan nasional
Amien Rais, dia mungkin tidak berpartisipasi secara langsung, namun ia tetap memberikan komentar secara kontinu pada rentan waktu yang lama kepada pemuda-pemuda lain sehingga mereka tetap tergerak dan tidak putus asa dalam memperjaungkan kemerdekaan Indonesia
R.A. Kartini, dikenal atas jasa dan keberhasilannya memperjuangkan emansipasi wanita dan menaikkan derajat mereka

Dalam pergerakan-pergerakan yang terjadi di indonesia, banyak perbedaan paham dalam melaksanakannya, paham atau ideologi tersebut berkembang bersamaan dengan organisasi yang menganutnya,

Liberalisme adalah salah satunya, dibawa bangsa belanda, paham yang mengutamakan kebebasan individu dalam kebebasan bermasyarakat, seperti memperjuangkan hak masyarakat dalam kebebasan dalam meningkatkan taraf pribadinya, contoh organisasi yan mengembangkan paham ini adalah Indishce Partij.
Nasionalisme juga merupakan paham yang berkembang di Indonesia, mengutamakan perasaan cinta dan rasa rela berkorban demi tanah air atau daerah tempat lahir ataupun tempat tinggalnya. Paham ini menjadi paham yang paling populer dan banyak penganutnya karna dianggap memiliki banyak kelebihan, terutama dalam menyatukan Indonesia yang memiliki beragam jenis masyarakat. Ir. Soekarna mempopulerkan paham ini dalam partai yang diikutinya, PNI.
Demokrasi dalam hal ini menjadi saingan paham Nasionalisme, setelah bebas dari penjajahan, paham ini berkembang sehingga paham ini dapat disebut sebagai paham yang baru, paham ini mengutamakan partisipasi langsung pengikutnya dalam memutuskan suatu perkara.
Pan-Islamisme, dengan dorongan menyatukan agama islam di seluruh dunia, paham ini memperjuangkan Indonesia dengan didasari ikatan keagamaan.
Selanjutnya, Komunisme, paham ini mengutamakan kesetaraan dan kepemilikan bersama atas segalanya, paham ini kurang cocok dengan masyarakat Indonesia karna masih baru dan dibawa oleh bangsa Belanda, karna kurangnya simpati, penganut paham ini bertindak kotor dalam memperjuangkan pahamnya.


Friday, April 8, 2016

Culture

Budaya

Budaya
Budaya adalah sesuatu hal yang terbentuk dari sifat-sifat manusia. Secara umum, budaya terbentuk dari rasa penasaran dan cara mempertahankan hidup manusia.

Penasaran menjadi salah satu asal-usul suatu budaya ketika manusia menyadari bahwa ada kekuatan atau sumber-sumber yang lebih kuat dari manusia itu sendiri, oleh karna itu manusia mencari tau apa kekuatan itu, dan dari sinilah terbentuk suatu kepercayaan tentang adanya sesuatu yang mengatur dan menciptakan dunia ini, beberapa dari mereka pada akhirnya berimajinasi tentang bentuk atau wujud dari yang maha mengatur dan maha menciptakan, lalu mengekspos imajinasinya, beberapa imajinasi tersebut sangatlah meyakinkan dan cocok di kalangan banyak sehingga menjadikan orang-orang disekitarnya percaya dan mengikuti pencetusnya dan terbentuklah suatu persatuan yang disebut agama, kira-kira kejadian seperti inilah yang menyebabkan terbentuknya suatu budaya yang berhubungan dengan agama.

Rasa penasaran ini juga membentuk suatu pola pikir pada manusia, dengan memanfaatkan keadaan sekitarnya, manusia terkadang menyalurkan pola pikir tersebut dalam sesuatu yang abstrak dan dari segi fungsi-pun terkadang kurang berguna, misalnya karna penasaran kenapa seseorang tidak dapat bergerak dengan kehendaknya lagi dan membusuk atau kita sebut meninggal, manusia membentuk suatu batu atau kayu yang menyerupai seseorang tersebut, yang dapat disambungkan dengan kepercayaan bahwa orang tersebut tetap ada. Terkadang hal abstrak tersebut begitu indah dan memukau sehingga merambat ke hal yang lain, batu atau kayu tersebut dibentuk hal yang lain seperti hewan, tumbuhan, dan lainnya. hal indah tersebut disebut dengan seni, tentunya pola-pola yang terbentuk itu berbeda dari setiap individunya, sehingga membentuk suatu yang khas dan disebut sebagai budaya.

Hal lain yang menjadi sumber terbentuknya suatu budaya adalah aktifitas mempertahankan hidup, cukup banyak budaya yang terbentuk dari aktifitas ini. Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan nutrisi, bagi manusia nutrisi ini didapat dari makanan.

Dalam memenuhinya, manusia akan berusaha dengan cara berburu dan bertani, menjelajah hutan, sungai, dan pesisir pantai lalu membunuh hewan yang mereka temukan untuk diolah dan dijadikan makanan ataupun berkegiatan menetap dan mengurus lahan pertanian mereka yang kemudian dipanen, diolah, dan dimakan. Dari makan, manusia merasakan kepuasan tertentu, dari hal tersebut tidak jarang yang merasakan harus berterima kasih atas kepuasan tersebut, dan tidak jarang pula yang mendapatkan ide untuk merayakan kepuasan yang pada akhirnya menjadi tradisi, dari titik ini pula bermunculan ide-ide untuk merayakan awal perburuan, akhir perburuan, awal musim panen dan akhir musim panen. Bila kita perhatikan, rasa terima kasih ini pastinya ditujukan untuk sesuatu yang ghaib, ini menunjukkan bahwa suatu tradisi dapat berisikan lebih dari satu unsur budaya.

Selain pangan, manusia juga butuh pakaian dalam mempertahankan kelangsungan hidup, kondisi geografis dan lingkungan di bumi ini tentu berbeda-beda, pakaian atau penutup tubuh yang dibutuhkan tentunya berbeda pula, seperti di daerah sub-tropis yang dingin, dibutuhkan penutup tubuh yang tebal dan menyeluruh agar tetap menajaga kehangatan tubuh, namun di daerah tropis tentunya tidak dibutuhkan penutuh tubuh tebal karna sudah hangat, bahkan mungkin bagi yang tinggal di tropis mereka harus mengurangi penutup tubuh yang mereka gunakan dikarnakan terlalu panas, perbedaan-perbedaan ini menyebabkan pakaian dikatakan sebagai suatu budaya.

Bangunan juga diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, untuk menghindari cuaca ekstrem, binatang buas, ataupun sekedar memiliki privasi. Sama seperti pakaian, bangunan yang dibangung terbentuk berdasarkan kondisi geografis dan lingkungannya.

Dalam mempertahankan kehidupan, manusia tidak selalu bisa menjalani kehidupan seorang diri dan butuh setidaknya satu orang untuk melancarkan kehidupannya. Dalam berinteraksi dengan seseorang, tentunya dibutuhkan kepahaman agar saling mengerti satu sama lain, dari sini terbentuk sesuatu hal yang disebut bahasa, suatu perilaku yang memiliki suatu arti yang disepakati, bisa dalam bentuk ucapan atau misalnya ketika orang berkata “Hai” hal itu disepakati sebagai kata sapaan, untuk mengawali percakapan, bisa juga dalam bentuk gerakan, seperti ketika seseorang melambai itu disepakati sebagai sapaan. Karna manusia tersebar di seluruh bumi ini, maka kesepakatan-kesepakatan yang terbentuk berbeda-beda, perbedaan bahasa juga dapat disebabkan oleh perbedaan geografis dan lingkungan, mereka yang berada di daerah pesisir pantai akan berbicara dengan lantang, keras, dan menggunakan pilihan kata-kata yang bisa di ucapkan dengan lantang, hal ini semata-mata dikarnakan angin laut yang ribut menyebabkan suara teredam bila terlalu pelan, dikarnakan perbedaan ini, bahasa disebut sebagai budaya. Perbedaan kesepakatan ini terkadang dapat menyebabkan salah penafsiran, tidak jarang suatu kata memiliki makna yang berbeda. Dalam komunikasi, bahasa bahkan memiliki emosi-nya tersendiri, dapat menyebabkan ketenangan, keresahan, bahkan cinta

Selain komunikasi, bahasa juga menjadi dasar terbentuknya hal lain, seperti tulisan, coretan garis-garis yang disepakati untuk menyimbolkan kata-kata yang akhirnya tulisan ini digunakan  untuk banyak hal, seperti mengingat sesuatu dan berkomunikasi jarak jauh

Bahasa juga digunakan untuk hal lain, seperti karya seni. Contohnya mengalunkan atau merubah nada dan irama ketika mengucakpan suatu kata-kata atau kita sebut menyanyi,  mengucapkan suatu kata-kata dengan cara menghayati dan penuh perasaan atau kita sebut berpuisi, memberikan ilmu yang kita ketahui untuk orang lain, dan menjadi hiburan dengan cara mengkombinasikan kata-kata nya. Suatu tulisan dapat dikreasikan bentuk-bentuk tiap hurufnya, dengan perpaduan warna, detail, dan lekukannya tidak jarang hasil kreasi yang merubah bentuk simbol-simbol huruf tersebut begitu indah, contohnya adalah graffiti dan kaligrafi yang pada akhirnya disebut sebagai suatu karya seni.

Kepemimpinan dan perintah juga dibutuhkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Pada zaman yang masih primitif, banyak yang menerapkan sistem bahwa ketika kita menjadi pemimpin, kita akan mendapatkan kekuasaan seluas-luasnya, yang menyebabkan banyak yang memperebutkan posisi berkuasa tersebut, karna saat itu banyak yang berpendapat bahwa yang kuat yang berhak memimpin, mereka saling bersaing dan menunjukkan kekuatan yang tidak jarang menyebabkan kematian, itupun bisa dikatakan budaya, budaya untuk memilih pemimpin dari yang terkuat. Seiring berkembangnya zaman dan pergantian pemimpin, adakalanya terbentuk suatu koneksi yang baik antara pemimpin yang dipimpin, mereka yang berada dibawah pemimpin ini merasa nyaman sehingga ingin dipimpin oleh orang tersebut, namun karna manusia adalah makhluk hidup, yang mana artinya akan meninggal, mereka mengharapkkan kepemempinan tersebut dilanjutkan oleh keeturunannya karna dianggap keturunannya tersebut memiliki jiwa kepemimpinan yang sama dengan orang tuanya, seiring jalannya garis keturunan, keturunan dari pemimpin tersebut akan dipercaya mengemban tugas, kejadian tersebut juga membentuk suatu budaya, budaya yang mempercayakan keturunan tertentu atau dengan istilah yang sering kita gunakan, "darah biru"  untuk memimpin mereka.

Dalam mengerjakan kewajibannya ketika memimpin, para pemimpin sadar bahwa mereka tidak bisa selalu mengerjakan kepemimpinan sendiri, mereka butuh pendamping untuk memimpin, bila dilihat dari tugasnya, akan terlalu banyak dan sering terhambat penyelesaiannya, oleh karna itu pemimpin-pemimpin ini mengembankan tugasnya kepada orang-orang yang ia percaya dapat melaksanakannya dengan baik. Dari situlah terbentuk sistem politik, suatu sistem yang mengatur posisi seseorang dalam kehidupan sosial guna penyeleksian sumber ide dan hasil rundingan menuju keputusan akhir secara terstruktur, hal tersebut diperlukan selain untuk pembagian tugas, adalah untuk membuka kesempatan untuk memimpin bagi yang lainnya, meskipun bukan memimpin ditingkat teratas, adanya banyak pihak yang mengatur dibagian tertinggi akan menyebabkan sulitnya mencapai tujuan akhir, dalam suatu sistem politik, biasanya dipilihlah beberapa orang yang dianggap paling bijak dan berpengalaman untuk mewakilkan aspirasi masyarakat serta memutuskan kebijakan dengan penuh pertimbangan. Tentu saja sistem politik ini berbeda-beda di masing-masing tempat dan disebut sebagai budaya.

Gabungan dari unsur-unsur budaya yang telah dibahas sebelumnya dapat terbentuk dalam suatu individu atau komunitas, yang tentunya dapat membentuk suatu kombinasi yang berbeda-beda sehingga menciptakan ciri khas tersendiri, komunitas tersebut biasanya akan menjunjung tinggi dan membanggakan ciri khas tersebut, lalu agar mempermudah, mereka menamai nama komunitas tersebut, kiranya seperti itulah bagaimana proses terbentuknya suatu suku. Banyaknya ragam dan perbedaan budaya ini tidak menutup kemungkinan untuk sebuah suku memiliki kesamaan, entah bahasa, pakaian, bangunan, seni, kepercayaan dan lainnya pasti ada yang beririsan atau mirip, misalnya suku di afrika dengan suku yang ada di papua memiliki kesamaan pakaian, penyebabnya-pun banyak, entah itu karna penjelajahan, interaksi, atau hanya kebetulan belaka.
Pertikaian antar suku seringkali terjadi karna perbedaan budaya, yang sebenarnya terjadi karna salah penafsiran lalu segera bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, misal, orang yang berasal dari suku yang tumbuh di pedalaman hutan bertemu dengan orang yang asalnya pesisir pantai, lalu mereka yang dari pedalaman hutan ini menganggap orang pesisir pantai kurang ajar karna ketika berbicara, orang pesisir pantai ini berbicara dengan lantang yang ditafsirkan sebagai suatu tantangan atau meremehkan.

Pada masa sekarang ini banyak sekali hal-hal yang sudah berubah, perang untuk memperebutkan kekuasaan secara tidak langsung memaksa mereka yang kalah untuk mengikuti ideologi mereka yang menang dalam perang tersebut sehingga terkadang memusnahkan suatu budaya, dakwah atau misi menyebarkan agama terkadang juga diterima sehingga merubah suatu budaya lama. Selain itu, berkembangnya ilmu pengetahuan memberikan pelajaran tentang pentingkah suatu budaya untuk dipertahankan eksistensinya, apakah budaya tersebut berbahaya dan merugikan atau justru menguntungkan adalah beberapa dari banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Globalisasi juga merubah kebanyakan budaya yang ada. Asimilasi, akulturasi, toleransi, dan banyak hal lain mendukung perubahan dan kedinamisan budaya.


Dalam mempertahankan budaya, ada baiknya kita menelaah dan mencerna budaya tersebut terlebih dahulu. Dengan cara menghubungkan budaya tersebut dengan ilmu pengetahuan, sisi kemanusiaan, dan kepentingan masyarakat, kita dapat melihat gelap-terang budaya tersebut sehingga kita bisa tindaklanjuti dengan opsi pertahankan, musnahkan, atau pertahankan dengan suatu perubahan.

Partnership & Function of Trade

Kongsi dagang adalah persatuan atau suatu organisasi yang terbentuk umumnya untuk bisnis dan perdagangan, tujuan mereka membuat persatuan ini adalah untuk menguasai perdagangan dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya yang terkadang tidak memperdulikan apabila ada kerugian dari pihak yang lainnya.

Kongsi dagang biasanya terbentuk dari pedagang-pedagang yang memiliki kesamaan asal negara, di Indonesia ada East India Company yang berisikan orang-orang yang berasal dari inggris, Compagnie des Indes, berisikan orang-orang Perancis, dan yang paling terkenal yaitu Vereenigde Oostindische Compagnie, yang berisikan orang-orang Belanda, beberapa sumber mengatakan bahwa ada persatuan pedagang yang berasal dari Spanyol namun mereka tidak memiliki nama tetap.

Spanyol, Inggris, dan Portugis mewakili bangsa eropa untuk berjualan lewat jalur laut pada dahulu kala, tujuan umum mereka adalah gold, glory, and gospel, yang artinya harta, kejayaan, dan agama


Fungsi dari perdaganan ini antara lain menyebarkan hasil sumber daya alam suatu daerah dengan cara pertukaran yang dilakukan oleh para pedagang, selain itu berfungsi juga untuk menambah ilmu pengeahuan tentang laut, dan menambah pengalaman, dikarnakan pertukaran ini, masing-masing akan diuntungkan, meski terkadang rugi, hal ini meningkatkan taraf ekonomi yang bersangkutan, selain itu perdaganan ini juga berfungsi untuk membentuk relasi dan kerjasama antar negara.

Imperialism & Colonialism



Dahulu kala manusia terbagi dalam golongan-golongan yang ditentukan oleh wilayah yang ditempatinya, ada kalanya manusia yang merasa menguasai daerah tertentu tersebut ingin memperluas wilayah kekuasaannya, bila keinginan ini terwujud, hal itu akan disebut sebagai penjajahan. Saat tradisional dulu, penjajahan umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu kolonialisme dan imperialisme.

Kolonialisme dilakukan dengan tujuan menguras penuh dan mendominasi perdagangan, sumber daya manusia, dan sumber daya alam pada suatu wilayah untuk dimanfaatkan oleh yang menjajah, oleh karna itu biasanya mereka yang terjajah dengan cara kolonialisme adalah mereka yang memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Berbeda dengan kolonialisme, Imperialsime umumnya dilakukan dengan tujuan menanamkan pengaruh dalam bidang kehidupan negara yang terjajah, dengan pengaruh itu, para penjajah akan mengambil keuntungan sebanyak banyaknya yang membuat negara terjajah rugi dan menderita.

Bentuk koloni terbagi menjadi koloni eksploitasi, penguasaan SDA dan SDM dengan kerja rodi untuk negara penjajah; koloni penduduk, mengusir penduduk asli wilayah tersebut; dan koloni deportasi, melimpahkan hal yang tidak dibutuhkan ke negara yang dijajah.

Bentuk imperialisme ada yang kuno, yang bertujuan gold, glory, and gospel.; modern, dengan target industri, dan ultra modern, yang menyerang ideologi, mental, dan psikologi, terkadang negara terjajah tidak sadar bahwa ia terjajah imperialisme ultramodern ini.


Contoh negara yang melakukan kolonialisme adalah Portugis, Spanyol, dan Belanda, sedangkan imperialisme oleh Jepang dan Inggris

How Oceans Explored



Samudra adalah versi lebih besarnya laut, jauh lebih luas, dalam, dan unpredictable, bahkan sampai saat ini manusia belum dapat menjelajahi setiap bagian samudra sampai ke dasarnya.
Bila kita pikir kembali, kita akan menemukan gagasan “mengapa manusia mau menjelajahi samudra? Kok berani sekali”,

Dari sejarah yang tercatat, bangsa pertama yang mengarungi samudra adalah bangsa Portugis, diawali oleh orang yang bernama Bartolomeous Diaz pada tahun 1486, ia bergerak ke arah selatan menyusuri pantai barat Afrika yang berujung di selatan benua Afrika namun ia kembali ke Portugis karna ada badai besar, kemudian jalur itu diberi nama “Tanjung Harapan”. Dilanjutkan oleh Vasco da Gama, tahun 1498, ia melanjutkan perjalanan Batolomeous Diaz, pergi ke Calicut India dari daerah Tanjung Harapan tadi.

Sebelum Vasco da Gama memulai perjalanannya, banga Spanyol memulai penjelajahan, yang dipimpin oleh Chirstoper Columbus yang mengarungi samudra atlantik pada tahun 1492, dan berujung di kepulauan Bahama atau Karibia, ia menduga bahwa dirinya telah sampai di Hindia, oleh karna itu pendukuk disana ia sebut Indian.
Yang menjadi motivasi mereka untuk menjelajahi samudra terbentuk dari banyak hal, seperti mereka yang terpengaruh ajaran Copernicus yang mengatakan bahwa bumi itu bulat dan tertarik kisah perjalanan Marco Polo pada buku “Imago Mundi”. Majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempermudah pelayaran, seperti penemuan kompas, navigasi, mesin, dan peralatan lainnya menambah minat mereka untuk berlayar. Kehidupan sosial mereka yang menganut agama kristen dipengaruhi konsep gold, glory, and gospel juga meningkatkan semangat berlayar untuk merajah kekayaan, kejayaan, dan melakukan dakwah. Kejatuhan Konstantinopel yang menjadi pusat perdagangan dan semangat reqounquesta atau semangat balas dendam yang dimiliki bangsa Eropa yang kalah dalam perang salib juga mendorong keinginan menjelajah samudra.

Penjelajahan di lanjutkan oleh Alfonso D’Albuquerque yang menaklukan Malaka pada tahun 1511 dan jatuh ke tangan Portugis. Bangsa Spanyol juga melakukan penjelajahan lebih lanjut, Ferdinand Magellan dan Yuan Sebastian Del Canno memimpin ekspedisi ini melewati pantai timur Amerika ke ujung selatan benua Amerika, lalu menyebrangi samudra Pasifik, lalu kembali ke Spanyol melewati Tanjung Harapan, Ferdinand meninggal pada ekspedisi ini, ekspedisi ini dinamai ekspedisi Magellan-Canno

Portugis dan Spanyol melakukan penjelajahan didasari perjanjian Tordesillas, yang berisi pembagian arah penjelajahan, Spanyol ke barat, dan Portugis ke timur. Spanyol dan Portugis sempat bertemu di Maluku, karna itu muncul perjanjian Saragosa 1526 yang menyebabkan Spanyol berdagan di Filipina, sedangkan Portugis tetap di Maluku.

Selain Portugis dan Spanyol, Belanda juga melakukan penjelajahan, dengan perbedaan jalur dikarnakan petunjuk Jan Huygen Van Liscoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada Portugis. Mewakilkan Belanda, Cornelis de Houtman berlayar ke Tanjung Harapan, lalu ke Banten, di Banten ia ditolak karna sikapnya yang angkuh dan kasar. Setelah perjalanan Houtman pada tahun 1596, Jacob Van Neck pergi ke Banten pada tahun 1598, berbeda dengan Cornelis, ia diterima dengan baik.

sumber:

http://wawasantara.blogspot.co.id/2012/03/sejarah-terjadinya-penjelajahan.html