"Delapan Penjuru Dunia di Bawah Satu Atap" adalah makna dari slogan Hakko Ichui ini, slogan ini digunakan Negeri Matahari Terbit untuk menciptakan kawasan kemakmuran bersama Asia Timur Raya saat Perang Dunia 2, di Indonesia, Jepang mengadakan semacam pelatihan guru yang digunakan untuk mendoktrin slogan ini.
Jepang mulai menggunakan slogan ini sebagai kebijakan nasional sejak Perang Tiongkok-Jepang Kedua, tanggal 26 juli 1940, PM (Perdana Mentri) Konoe Fumimaro menetapkan Kihon Kokusaku Yoko atau Doktrin Kebijakan Dasar Nasional. Tujuan dasar dari Doktrin Kebijakan Dasar Nasional ini sendiri adalah "Mewujudkan perdamaian dunia sesuai semangat agung pendirian negara, yakni delapan penjuru dunia di bawah satu atap sebagai kebijakan nasional Kekaisaran jepang dan sebagai langkah awal, pertama, menjadikan Kekaisaran Jepang sebagai inti persatuan yang kuat antara Jepang-Manchuria-Tiongkok untuk fondasi pendirian tatanan baru Asia Timur Raya."
Ketika mencari Hokki Ichiu pada kamus besar Jepang saat ini, makna dari Hokko Ichiu adalah "slogan yang dipakai untuk pembenaran agresi Jepang ke luar negeri selama Perang Dunia II, sedangkan pada Heibonsha World Encyclopedia "stereotipe ultranasionalisme berupa doktrin bangsa sendiri sebagai ras tertinggi dan doktrin supremasi untuk melakukan opresi dan aneksasi terhadap bangsa lain yang di perluas hingga agresi oleh negara dan militer untuk mencapai tujuan tersebut, serta gerakan/ide untuk peng-ortodoks-an, penyatuan, dan mobilisasi rakyat.
Saturday, July 30, 2016
Thursday, July 28, 2016
Kamikaze
Namanya sendiri berarti angin suci atau angin dewa, namun nama ini menjadi nama serangan bunuh diri yang ditujukan untuk membela kehormatan, kaisar, negara, dan dewa matahari.
Dilakukan pertama kali oleh pasukan elit terlatih dari jepang saat penyerangan ke Pearl Harbor, pangkalan pusat amerika di daerah pasifik, serangan ini dilakukan oleh angkatan udara tokkōtai atau
tokubetsu kōgeki tai yang artinya unit serangan khusus dan oleh angkatan laut shinpū tokubetsu kōgeki tai.
Tanpa adanya rasa ragu dan takut, serangan Jepang terhadap Amerika saat itu menjadi sangat efektif sekaligus menakutkan, serangan ini dilakukan karna saat itu blok sentral tidak memiliki banyak harapan, sehingga Jepang pun mengambil keputusan berani penuh perhitungan seperti itu.
Jepang merupakan negara yang kental kepercayaannya terhadap dewa dan sebagainya, oleh karna itu, tidak sulit bagi pemerintah Jepang untuk mengadakan perekrutan pasukan kamikaze, mereka percaya bahwa pilot kamikaze akan mendapatkan tempat yang baik di alam lainnya.
Dilakukan pertama kali oleh pasukan elit terlatih dari jepang saat penyerangan ke Pearl Harbor, pangkalan pusat amerika di daerah pasifik, serangan ini dilakukan oleh angkatan udara tokkōtai atau
tokubetsu kōgeki tai yang artinya unit serangan khusus dan oleh angkatan laut shinpū tokubetsu kōgeki tai.
Tanpa adanya rasa ragu dan takut, serangan Jepang terhadap Amerika saat itu menjadi sangat efektif sekaligus menakutkan, serangan ini dilakukan karna saat itu blok sentral tidak memiliki banyak harapan, sehingga Jepang pun mengambil keputusan berani penuh perhitungan seperti itu.
Jepang merupakan negara yang kental kepercayaannya terhadap dewa dan sebagainya, oleh karna itu, tidak sulit bagi pemerintah Jepang untuk mengadakan perekrutan pasukan kamikaze, mereka percaya bahwa pilot kamikaze akan mendapatkan tempat yang baik di alam lainnya.
Sunday, May 8, 2016
National Movement, Generally
Pergerakan nasional adalah gerakan menuju tujuan yang dianggap dapat membuat sejahtera pada saat itu, berdasarkan banyak faktor, beberapanya adalah faktor luar dan faktor dalam, faktor luarnya adalah fakta fakta dan berita yang datang dari luar negeri yaitu kemenangan Jepang melawan Rusia (1905) yang membuktikan bahwa asia dapat menentang negeri barat yang saat itu berkuasa atas asia.
Faktor pergerakan ini juga datang dari dalam, kesengsaraan dan kesan-kesan buruk yang diberikan bangsa luar terhadap masyarakat sehingga membuat masyarakat memberontak dan mencoba menggapai kata merdeka.
Pergerakan ini diawali secara resmi oleh dr. Wahidin Sudiruhusodo dengan memberikan gagasan kepada pelajar-pelajar Stovia yang salah satunya bernama Sutomo, gagasan ini membangkit semangat para pelajar sehingga berujung dengan rapat dan membentuk organisasi bernama Budi Utomo yang diketuai oleh Sutomo.
Tujuan awal dari berdirinya Budi Utomo adalah untuk menjamin kemajuan bangsa, dengan pendidikan dan pengajaran dalam lingkup yang luas. Budi Utomo akhirnya mengusulkan Komite Pertahanan Hindia yang bertujuan untuk mempertahankan Indonesia dari serangan luar, namun pemerintah Belanda menolak usulan itu dan jurtru mendukung pembentukan Dewan Rakyat Hindia, ketika Dewan Rakyat Hindia didirikan, Budi Utomo berpartisipasi didalamnya dan mencantumkan tujuan Indonesia Merdeka di organisasi tersebut.
Kejadian ini melatar belakangi kebangkitan masyarakat Indonesia dan menyebabkan banyak terbentuk organisasi-organisasi yang bergerak dalam pergerakan nasional demi kemerdekaan Indonesia.
Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pergerakan nasional ini antara lain:
Dr. Sutomo, seperti yang dikatakan sebelumnya, beliau adalah pendiri Budi Utomo, organisasi yang diketahui sebagai perintis organisasi pergerakan nasional
Amien Rais, dia mungkin tidak berpartisipasi secara langsung, namun ia tetap memberikan komentar secara kontinu pada rentan waktu yang lama kepada pemuda-pemuda lain sehingga mereka tetap tergerak dan tidak putus asa dalam memperjaungkan kemerdekaan Indonesia
R.A. Kartini, dikenal atas jasa dan keberhasilannya memperjuangkan emansipasi wanita dan menaikkan derajat mereka
Dalam pergerakan-pergerakan yang terjadi di indonesia, banyak perbedaan paham dalam melaksanakannya, paham atau ideologi tersebut berkembang bersamaan dengan organisasi yang menganutnya,
Liberalisme adalah salah satunya, dibawa bangsa belanda, paham yang mengutamakan kebebasan individu dalam kebebasan bermasyarakat, seperti memperjuangkan hak masyarakat dalam kebebasan dalam meningkatkan taraf pribadinya, contoh organisasi yan mengembangkan paham ini adalah Indishce Partij.
Nasionalisme juga merupakan paham yang berkembang di Indonesia, mengutamakan perasaan cinta dan rasa rela berkorban demi tanah air atau daerah tempat lahir ataupun tempat tinggalnya. Paham ini menjadi paham yang paling populer dan banyak penganutnya karna dianggap memiliki banyak kelebihan, terutama dalam menyatukan Indonesia yang memiliki beragam jenis masyarakat. Ir. Soekarna mempopulerkan paham ini dalam partai yang diikutinya, PNI.
Demokrasi dalam hal ini menjadi saingan paham Nasionalisme, setelah bebas dari penjajahan, paham ini berkembang sehingga paham ini dapat disebut sebagai paham yang baru, paham ini mengutamakan partisipasi langsung pengikutnya dalam memutuskan suatu perkara.
Pan-Islamisme, dengan dorongan menyatukan agama islam di seluruh dunia, paham ini memperjuangkan Indonesia dengan didasari ikatan keagamaan.
Selanjutnya, Komunisme, paham ini mengutamakan kesetaraan dan kepemilikan bersama atas segalanya, paham ini kurang cocok dengan masyarakat Indonesia karna masih baru dan dibawa oleh bangsa Belanda, karna kurangnya simpati, penganut paham ini bertindak kotor dalam memperjuangkan pahamnya.
Faktor pergerakan ini juga datang dari dalam, kesengsaraan dan kesan-kesan buruk yang diberikan bangsa luar terhadap masyarakat sehingga membuat masyarakat memberontak dan mencoba menggapai kata merdeka.
Pergerakan ini diawali secara resmi oleh dr. Wahidin Sudiruhusodo dengan memberikan gagasan kepada pelajar-pelajar Stovia yang salah satunya bernama Sutomo, gagasan ini membangkit semangat para pelajar sehingga berujung dengan rapat dan membentuk organisasi bernama Budi Utomo yang diketuai oleh Sutomo.
Tujuan awal dari berdirinya Budi Utomo adalah untuk menjamin kemajuan bangsa, dengan pendidikan dan pengajaran dalam lingkup yang luas. Budi Utomo akhirnya mengusulkan Komite Pertahanan Hindia yang bertujuan untuk mempertahankan Indonesia dari serangan luar, namun pemerintah Belanda menolak usulan itu dan jurtru mendukung pembentukan Dewan Rakyat Hindia, ketika Dewan Rakyat Hindia didirikan, Budi Utomo berpartisipasi didalamnya dan mencantumkan tujuan Indonesia Merdeka di organisasi tersebut.
Kejadian ini melatar belakangi kebangkitan masyarakat Indonesia dan menyebabkan banyak terbentuk organisasi-organisasi yang bergerak dalam pergerakan nasional demi kemerdekaan Indonesia.
Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pergerakan nasional ini antara lain:
Dr. Sutomo, seperti yang dikatakan sebelumnya, beliau adalah pendiri Budi Utomo, organisasi yang diketahui sebagai perintis organisasi pergerakan nasional
Amien Rais, dia mungkin tidak berpartisipasi secara langsung, namun ia tetap memberikan komentar secara kontinu pada rentan waktu yang lama kepada pemuda-pemuda lain sehingga mereka tetap tergerak dan tidak putus asa dalam memperjaungkan kemerdekaan Indonesia
R.A. Kartini, dikenal atas jasa dan keberhasilannya memperjuangkan emansipasi wanita dan menaikkan derajat mereka
Dalam pergerakan-pergerakan yang terjadi di indonesia, banyak perbedaan paham dalam melaksanakannya, paham atau ideologi tersebut berkembang bersamaan dengan organisasi yang menganutnya,
Liberalisme adalah salah satunya, dibawa bangsa belanda, paham yang mengutamakan kebebasan individu dalam kebebasan bermasyarakat, seperti memperjuangkan hak masyarakat dalam kebebasan dalam meningkatkan taraf pribadinya, contoh organisasi yan mengembangkan paham ini adalah Indishce Partij.
Nasionalisme juga merupakan paham yang berkembang di Indonesia, mengutamakan perasaan cinta dan rasa rela berkorban demi tanah air atau daerah tempat lahir ataupun tempat tinggalnya. Paham ini menjadi paham yang paling populer dan banyak penganutnya karna dianggap memiliki banyak kelebihan, terutama dalam menyatukan Indonesia yang memiliki beragam jenis masyarakat. Ir. Soekarna mempopulerkan paham ini dalam partai yang diikutinya, PNI.
Demokrasi dalam hal ini menjadi saingan paham Nasionalisme, setelah bebas dari penjajahan, paham ini berkembang sehingga paham ini dapat disebut sebagai paham yang baru, paham ini mengutamakan partisipasi langsung pengikutnya dalam memutuskan suatu perkara.
Pan-Islamisme, dengan dorongan menyatukan agama islam di seluruh dunia, paham ini memperjuangkan Indonesia dengan didasari ikatan keagamaan.
Selanjutnya, Komunisme, paham ini mengutamakan kesetaraan dan kepemilikan bersama atas segalanya, paham ini kurang cocok dengan masyarakat Indonesia karna masih baru dan dibawa oleh bangsa Belanda, karna kurangnya simpati, penganut paham ini bertindak kotor dalam memperjuangkan pahamnya.
Friday, April 8, 2016
Culture
Budaya
Budaya
Budaya adalah sesuatu hal yang terbentuk dari sifat-sifat
manusia. Secara umum, budaya terbentuk dari rasa penasaran dan cara
mempertahankan hidup manusia.
Penasaran menjadi salah satu asal-usul suatu budaya ketika
manusia menyadari bahwa ada kekuatan atau sumber-sumber yang lebih kuat dari
manusia itu sendiri, oleh karna itu manusia mencari tau apa kekuatan itu, dan
dari sinilah terbentuk suatu kepercayaan tentang adanya sesuatu yang mengatur
dan menciptakan dunia ini, beberapa dari mereka pada akhirnya berimajinasi
tentang bentuk atau wujud dari yang maha mengatur dan maha menciptakan, lalu
mengekspos imajinasinya, beberapa imajinasi tersebut sangatlah meyakinkan dan
cocok di kalangan banyak sehingga menjadikan orang-orang disekitarnya percaya
dan mengikuti pencetusnya dan terbentuklah suatu persatuan yang disebut agama,
kira-kira kejadian seperti inilah yang menyebabkan terbentuknya suatu budaya
yang berhubungan dengan agama.
Rasa penasaran ini juga membentuk suatu pola pikir pada
manusia, dengan memanfaatkan keadaan sekitarnya, manusia terkadang menyalurkan
pola pikir tersebut dalam sesuatu yang abstrak dan dari segi fungsi-pun
terkadang kurang berguna, misalnya karna penasaran kenapa seseorang tidak dapat
bergerak dengan kehendaknya lagi dan membusuk atau kita sebut meninggal,
manusia membentuk suatu batu atau kayu yang menyerupai seseorang tersebut, yang
dapat disambungkan dengan kepercayaan bahwa orang tersebut tetap ada. Terkadang
hal abstrak tersebut begitu indah dan memukau sehingga merambat ke hal yang
lain, batu atau kayu tersebut dibentuk hal yang lain seperti hewan, tumbuhan,
dan lainnya. hal indah tersebut disebut dengan seni, tentunya pola-pola yang
terbentuk itu berbeda dari setiap individunya, sehingga membentuk suatu yang
khas dan disebut sebagai budaya.
Hal lain yang menjadi sumber terbentuknya suatu budaya
adalah aktifitas mempertahankan hidup, cukup banyak budaya yang terbentuk dari
aktifitas ini. Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan nutrisi, bagi
manusia nutrisi ini didapat dari makanan.
Dalam memenuhinya, manusia akan berusaha dengan cara berburu
dan bertani, menjelajah hutan, sungai, dan pesisir pantai lalu membunuh hewan
yang mereka temukan untuk diolah dan dijadikan makanan ataupun berkegiatan
menetap dan mengurus lahan pertanian mereka yang kemudian dipanen, diolah, dan
dimakan. Dari makan, manusia merasakan kepuasan tertentu, dari hal tersebut
tidak jarang yang merasakan harus berterima kasih atas kepuasan tersebut, dan
tidak jarang pula yang mendapatkan ide untuk merayakan kepuasan yang pada
akhirnya menjadi tradisi, dari titik ini pula bermunculan ide-ide untuk
merayakan awal perburuan, akhir perburuan, awal musim panen dan akhir musim
panen. Bila kita perhatikan, rasa terima kasih ini pastinya ditujukan untuk sesuatu
yang ghaib, ini menunjukkan bahwa suatu tradisi dapat berisikan lebih dari satu
unsur budaya.
Selain pangan, manusia juga butuh pakaian dalam
mempertahankan kelangsungan hidup, kondisi geografis dan lingkungan di bumi ini
tentu berbeda-beda, pakaian atau penutup tubuh yang dibutuhkan tentunya berbeda
pula, seperti di daerah sub-tropis yang dingin, dibutuhkan penutup tubuh yang
tebal dan menyeluruh agar tetap menajaga kehangatan tubuh, namun di daerah
tropis tentunya tidak dibutuhkan penutuh tubuh tebal karna sudah hangat, bahkan
mungkin bagi yang tinggal di tropis mereka harus mengurangi penutup tubuh yang
mereka gunakan dikarnakan terlalu panas, perbedaan-perbedaan ini menyebabkan
pakaian dikatakan sebagai suatu budaya.
Bangunan juga diperlukan untuk mempertahankan kehidupan,
untuk menghindari cuaca ekstrem, binatang buas, ataupun sekedar memiliki
privasi. Sama seperti pakaian, bangunan yang dibangung terbentuk berdasarkan
kondisi geografis dan lingkungannya.
Dalam mempertahankan kehidupan, manusia tidak selalu bisa
menjalani kehidupan seorang diri dan butuh setidaknya satu orang untuk
melancarkan kehidupannya. Dalam berinteraksi dengan seseorang, tentunya
dibutuhkan kepahaman agar saling mengerti satu sama lain, dari sini terbentuk
sesuatu hal yang disebut bahasa, suatu perilaku yang memiliki suatu arti yang
disepakati, bisa dalam bentuk ucapan atau misalnya ketika orang berkata “Hai”
hal itu disepakati sebagai kata sapaan, untuk mengawali percakapan, bisa juga
dalam bentuk gerakan, seperti ketika seseorang melambai itu disepakati sebagai
sapaan. Karna manusia tersebar di seluruh bumi ini, maka
kesepakatan-kesepakatan yang terbentuk berbeda-beda, perbedaan bahasa juga
dapat disebabkan oleh perbedaan geografis dan lingkungan, mereka yang berada di
daerah pesisir pantai akan berbicara dengan lantang, keras, dan menggunakan
pilihan kata-kata yang bisa di ucapkan dengan lantang, hal ini semata-mata
dikarnakan angin laut yang ribut menyebabkan suara teredam bila terlalu pelan,
dikarnakan perbedaan ini, bahasa disebut sebagai budaya. Perbedaan kesepakatan
ini terkadang dapat menyebabkan salah penafsiran, tidak jarang suatu kata
memiliki makna yang berbeda. Dalam komunikasi, bahasa bahkan memiliki emosi-nya
tersendiri, dapat menyebabkan ketenangan, keresahan, bahkan cinta
Selain komunikasi, bahasa juga menjadi dasar terbentuknya
hal lain, seperti tulisan, coretan garis-garis yang disepakati untuk
menyimbolkan kata-kata yang akhirnya tulisan ini digunakan untuk banyak hal, seperti mengingat sesuatu
dan berkomunikasi jarak jauh
Bahasa juga digunakan untuk hal lain, seperti karya seni.
Contohnya mengalunkan atau merubah nada dan irama ketika mengucakpan suatu
kata-kata atau kita sebut menyanyi,
mengucapkan suatu kata-kata dengan cara menghayati dan penuh perasaan atau
kita sebut berpuisi, memberikan ilmu yang kita ketahui untuk orang lain, dan
menjadi hiburan dengan cara mengkombinasikan kata-kata nya. Suatu tulisan dapat
dikreasikan bentuk-bentuk tiap hurufnya, dengan perpaduan warna, detail, dan
lekukannya tidak jarang hasil kreasi yang merubah bentuk simbol-simbol huruf
tersebut begitu indah, contohnya adalah graffiti dan kaligrafi yang pada
akhirnya disebut sebagai suatu karya seni.
Kepemimpinan dan perintah juga dibutuhkan untuk mempertahankan
kelangsungan hidup. Pada zaman yang masih primitif, banyak yang menerapkan
sistem bahwa ketika kita menjadi pemimpin, kita akan mendapatkan kekuasaan
seluas-luasnya, yang menyebabkan banyak yang memperebutkan posisi berkuasa
tersebut, karna saat itu banyak yang berpendapat bahwa yang kuat yang berhak
memimpin, mereka saling bersaing dan menunjukkan kekuatan yang tidak jarang
menyebabkan kematian, itupun bisa dikatakan budaya, budaya untuk memilih
pemimpin dari yang terkuat. Seiring berkembangnya zaman dan pergantian pemimpin,
adakalanya terbentuk suatu koneksi yang baik antara pemimpin yang dipimpin,
mereka yang berada dibawah pemimpin ini merasa nyaman sehingga ingin dipimpin
oleh orang tersebut, namun karna manusia adalah makhluk hidup, yang mana
artinya akan meninggal, mereka mengharapkkan kepemempinan tersebut dilanjutkan
oleh keeturunannya karna dianggap keturunannya tersebut memiliki jiwa
kepemimpinan yang sama dengan orang tuanya, seiring jalannya garis keturunan,
keturunan dari pemimpin tersebut akan dipercaya mengemban tugas, kejadian
tersebut juga membentuk suatu budaya, budaya yang mempercayakan keturunan
tertentu atau dengan istilah yang sering kita gunakan, "darah biru"
untuk memimpin mereka.
Dalam mengerjakan kewajibannya ketika memimpin, para
pemimpin sadar bahwa mereka tidak bisa selalu mengerjakan kepemimpinan sendiri,
mereka butuh pendamping untuk memimpin, bila dilihat dari tugasnya, akan
terlalu banyak dan sering terhambat penyelesaiannya, oleh karna itu
pemimpin-pemimpin ini mengembankan tugasnya kepada orang-orang yang ia percaya
dapat melaksanakannya dengan baik. Dari situlah terbentuk sistem politik, suatu
sistem yang mengatur posisi seseorang dalam kehidupan sosial guna penyeleksian
sumber ide dan hasil rundingan menuju keputusan akhir secara terstruktur, hal
tersebut diperlukan selain untuk pembagian tugas, adalah untuk membuka
kesempatan untuk memimpin bagi yang lainnya, meskipun bukan memimpin ditingkat
teratas, adanya banyak pihak yang mengatur dibagian tertinggi akan menyebabkan
sulitnya mencapai tujuan akhir, dalam suatu sistem politik, biasanya dipilihlah
beberapa orang yang dianggap paling bijak dan berpengalaman untuk mewakilkan
aspirasi masyarakat serta memutuskan kebijakan dengan penuh pertimbangan. Tentu
saja sistem politik ini berbeda-beda di masing-masing tempat dan disebut
sebagai budaya.
Gabungan dari unsur-unsur budaya yang telah dibahas
sebelumnya dapat terbentuk dalam suatu individu atau komunitas, yang tentunya dapat
membentuk suatu kombinasi yang berbeda-beda sehingga menciptakan ciri khas
tersendiri, komunitas tersebut biasanya akan menjunjung tinggi dan membanggakan
ciri khas tersebut, lalu agar mempermudah, mereka menamai nama komunitas
tersebut, kiranya seperti itulah bagaimana proses terbentuknya suatu suku. Banyaknya
ragam dan perbedaan budaya ini tidak menutup kemungkinan untuk sebuah suku
memiliki kesamaan, entah bahasa, pakaian, bangunan, seni, kepercayaan dan
lainnya pasti ada yang beririsan atau mirip, misalnya suku di afrika dengan
suku yang ada di papua memiliki kesamaan pakaian, penyebabnya-pun banyak, entah
itu karna penjelajahan, interaksi, atau hanya kebetulan belaka.
Pertikaian antar suku seringkali terjadi karna perbedaan
budaya, yang sebenarnya terjadi karna salah penafsiran lalu segera bertindak
tanpa berpikir terlebih dahulu, misal, orang yang berasal dari suku yang tumbuh
di pedalaman hutan bertemu dengan orang yang asalnya pesisir pantai, lalu
mereka yang dari pedalaman hutan ini menganggap orang pesisir pantai kurang
ajar karna ketika berbicara, orang pesisir pantai ini berbicara dengan lantang
yang ditafsirkan sebagai suatu tantangan atau meremehkan.
Pada masa sekarang ini banyak sekali hal-hal yang sudah
berubah, perang untuk memperebutkan kekuasaan secara tidak langsung memaksa
mereka yang kalah untuk mengikuti ideologi mereka yang menang dalam perang
tersebut sehingga terkadang memusnahkan suatu budaya, dakwah atau misi
menyebarkan agama terkadang juga diterima sehingga merubah suatu budaya lama.
Selain itu, berkembangnya ilmu pengetahuan memberikan pelajaran tentang
pentingkah suatu budaya untuk dipertahankan eksistensinya, apakah budaya
tersebut berbahaya dan merugikan atau justru menguntungkan adalah beberapa dari
banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Globalisasi juga merubah kebanyakan
budaya yang ada. Asimilasi, akulturasi, toleransi, dan banyak hal lain
mendukung perubahan dan kedinamisan budaya.
Dalam mempertahankan budaya, ada baiknya kita menelaah dan
mencerna budaya tersebut terlebih dahulu. Dengan cara menghubungkan budaya
tersebut dengan ilmu pengetahuan, sisi kemanusiaan, dan kepentingan masyarakat,
kita dapat melihat gelap-terang budaya tersebut sehingga kita bisa
tindaklanjuti dengan opsi pertahankan, musnahkan, atau pertahankan dengan suatu
perubahan.
Partnership & Function of Trade
Kongsi dagang adalah persatuan atau suatu organisasi yang terbentuk umumnya untuk bisnis dan perdagangan, tujuan mereka membuat persatuan ini adalah untuk menguasai perdagangan dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya yang terkadang tidak memperdulikan apabila ada kerugian dari pihak yang lainnya.
Kongsi dagang biasanya terbentuk dari pedagang-pedagang yang memiliki kesamaan asal negara, di Indonesia ada East India Company yang berisikan orang-orang yang berasal dari inggris, Compagnie des Indes, berisikan orang-orang Perancis, dan yang paling terkenal yaitu Vereenigde Oostindische Compagnie, yang berisikan orang-orang Belanda, beberapa sumber mengatakan bahwa ada persatuan pedagang yang berasal dari Spanyol namun mereka tidak memiliki nama tetap.
Spanyol, Inggris, dan
Portugis mewakili bangsa eropa untuk berjualan lewat jalur laut pada dahulu
kala, tujuan umum mereka adalah gold,
glory, and gospel, yang artinya harta, kejayaan, dan agama
Fungsi dari perdaganan
ini antara lain menyebarkan hasil sumber daya alam suatu daerah dengan cara
pertukaran yang dilakukan oleh para pedagang, selain itu berfungsi juga untuk
menambah ilmu pengeahuan tentang laut, dan menambah pengalaman, dikarnakan
pertukaran ini, masing-masing akan diuntungkan, meski terkadang rugi, hal ini
meningkatkan taraf ekonomi yang bersangkutan, selain itu perdaganan ini juga
berfungsi untuk membentuk relasi dan kerjasama antar negara.
Imperialism & Colonialism
Dahulu kala manusia
terbagi dalam golongan-golongan yang ditentukan oleh wilayah yang ditempatinya,
ada kalanya manusia yang merasa menguasai daerah tertentu tersebut ingin
memperluas wilayah kekuasaannya, bila keinginan ini terwujud, hal itu akan
disebut sebagai penjajahan. Saat tradisional dulu, penjajahan umumnya dilakukan
dengan dua cara, yaitu kolonialisme dan imperialisme.
Kolonialisme dilakukan
dengan tujuan menguras penuh dan mendominasi perdagangan, sumber daya manusia,
dan sumber daya alam pada suatu wilayah untuk dimanfaatkan oleh yang menjajah,
oleh karna itu biasanya mereka yang terjajah dengan cara kolonialisme adalah
mereka yang memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Berbeda dengan
kolonialisme, Imperialsime umumnya dilakukan dengan tujuan menanamkan pengaruh
dalam bidang kehidupan negara yang terjajah, dengan pengaruh itu, para penjajah
akan mengambil keuntungan sebanyak banyaknya yang membuat negara terjajah rugi
dan menderita.
Bentuk koloni terbagi
menjadi koloni eksploitasi, penguasaan SDA dan SDM dengan kerja rodi untuk
negara penjajah; koloni penduduk, mengusir penduduk asli wilayah tersebut; dan
koloni deportasi, melimpahkan hal yang tidak dibutuhkan ke negara yang dijajah.
Bentuk imperialisme
ada yang kuno, yang bertujuan gold,
glory, and gospel.; modern, dengan target industri, dan ultra modern, yang
menyerang ideologi, mental, dan psikologi, terkadang negara terjajah tidak
sadar bahwa ia terjajah imperialisme ultramodern ini.
Contoh negara yang
melakukan kolonialisme adalah Portugis, Spanyol, dan Belanda, sedangkan
imperialisme oleh Jepang dan Inggris
How Oceans Explored
Samudra adalah versi
lebih besarnya laut, jauh lebih luas, dalam, dan unpredictable, bahkan sampai saat ini manusia belum dapat
menjelajahi setiap bagian samudra sampai ke dasarnya.
Bila kita pikir
kembali, kita akan menemukan gagasan “mengapa manusia mau menjelajahi samudra? Kok berani sekali”,
Dari sejarah yang
tercatat, bangsa pertama yang mengarungi samudra adalah bangsa Portugis, diawali oleh orang yang
bernama Bartolomeous Diaz pada tahun 1486, ia bergerak ke arah selatan
menyusuri pantai barat Afrika yang berujung di selatan benua Afrika namun ia
kembali ke Portugis karna ada badai besar, kemudian jalur itu diberi nama
“Tanjung Harapan”. Dilanjutkan oleh Vasco da Gama, tahun 1498, ia melanjutkan
perjalanan Batolomeous Diaz, pergi ke Calicut India dari daerah Tanjung Harapan
tadi.
Sebelum Vasco da Gama
memulai perjalanannya, banga Spanyol
memulai penjelajahan, yang dipimpin oleh Chirstoper Columbus yang mengarungi
samudra atlantik pada tahun 1492, dan berujung di kepulauan Bahama atau
Karibia, ia menduga bahwa dirinya telah sampai di Hindia, oleh karna itu
pendukuk disana ia sebut Indian.
Yang menjadi motivasi
mereka untuk menjelajahi samudra terbentuk dari banyak hal, seperti mereka yang
terpengaruh ajaran Copernicus yang mengatakan bahwa bumi itu bulat dan tertarik
kisah perjalanan Marco Polo pada buku “Imago Mundi”. Majunya ilmu pengetahuan
dan teknologi yang mempermudah pelayaran, seperti penemuan kompas, navigasi,
mesin, dan peralatan lainnya menambah minat mereka untuk berlayar. Kehidupan
sosial mereka yang menganut agama kristen dipengaruhi konsep gold, glory, and gospel juga
meningkatkan semangat berlayar untuk merajah kekayaan, kejayaan, dan melakukan
dakwah. Kejatuhan Konstantinopel yang menjadi pusat perdagangan dan semangat
reqounquesta atau semangat balas dendam yang dimiliki bangsa Eropa yang kalah
dalam perang salib juga mendorong keinginan menjelajah samudra.
Penjelajahan di
lanjutkan oleh Alfonso D’Albuquerque yang menaklukan Malaka pada tahun 1511 dan
jatuh ke tangan Portugis. Bangsa Spanyol juga melakukan penjelajahan lebih lanjut,
Ferdinand Magellan dan Yuan Sebastian Del Canno memimpin ekspedisi ini melewati
pantai timur Amerika ke ujung selatan benua Amerika, lalu menyebrangi samudra
Pasifik, lalu kembali ke Spanyol melewati Tanjung Harapan, Ferdinand meninggal
pada ekspedisi ini, ekspedisi ini dinamai ekspedisi Magellan-Canno
Portugis dan Spanyol
melakukan penjelajahan didasari perjanjian Tordesillas, yang berisi pembagian
arah penjelajahan, Spanyol ke barat, dan Portugis ke timur. Spanyol dan
Portugis sempat bertemu di Maluku, karna itu muncul perjanjian Saragosa 1526
yang menyebabkan Spanyol berdagan di Filipina, sedangkan Portugis tetap di
Maluku.
Selain Portugis dan
Spanyol, Belanda juga melakukan penjelajahan, dengan perbedaan jalur dikarnakan
petunjuk Jan Huygen Van Liscoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada
Portugis. Mewakilkan Belanda, Cornelis de Houtman berlayar ke Tanjung Harapan,
lalu ke Banten, di Banten ia ditolak karna sikapnya yang angkuh dan kasar.
Setelah perjalanan Houtman pada tahun 1596, Jacob Van Neck pergi ke Banten pada
tahun 1598, berbeda dengan Cornelis, ia diterima dengan baik.
sumber:
http://wawasantara.blogspot.co.id/2012/03/sejarah-terjadinya-penjelajahan.html
Subscribe to:
Posts (Atom)