Friday, April 8, 2016

Imperialism & Colonialism



Dahulu kala manusia terbagi dalam golongan-golongan yang ditentukan oleh wilayah yang ditempatinya, ada kalanya manusia yang merasa menguasai daerah tertentu tersebut ingin memperluas wilayah kekuasaannya, bila keinginan ini terwujud, hal itu akan disebut sebagai penjajahan. Saat tradisional dulu, penjajahan umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu kolonialisme dan imperialisme.

Kolonialisme dilakukan dengan tujuan menguras penuh dan mendominasi perdagangan, sumber daya manusia, dan sumber daya alam pada suatu wilayah untuk dimanfaatkan oleh yang menjajah, oleh karna itu biasanya mereka yang terjajah dengan cara kolonialisme adalah mereka yang memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Berbeda dengan kolonialisme, Imperialsime umumnya dilakukan dengan tujuan menanamkan pengaruh dalam bidang kehidupan negara yang terjajah, dengan pengaruh itu, para penjajah akan mengambil keuntungan sebanyak banyaknya yang membuat negara terjajah rugi dan menderita.

Bentuk koloni terbagi menjadi koloni eksploitasi, penguasaan SDA dan SDM dengan kerja rodi untuk negara penjajah; koloni penduduk, mengusir penduduk asli wilayah tersebut; dan koloni deportasi, melimpahkan hal yang tidak dibutuhkan ke negara yang dijajah.

Bentuk imperialisme ada yang kuno, yang bertujuan gold, glory, and gospel.; modern, dengan target industri, dan ultra modern, yang menyerang ideologi, mental, dan psikologi, terkadang negara terjajah tidak sadar bahwa ia terjajah imperialisme ultramodern ini.


Contoh negara yang melakukan kolonialisme adalah Portugis, Spanyol, dan Belanda, sedangkan imperialisme oleh Jepang dan Inggris

No comments:

Post a Comment