Dahulu kala manusia
terbagi dalam golongan-golongan yang ditentukan oleh wilayah yang ditempatinya,
ada kalanya manusia yang merasa menguasai daerah tertentu tersebut ingin
memperluas wilayah kekuasaannya, bila keinginan ini terwujud, hal itu akan
disebut sebagai penjajahan. Saat tradisional dulu, penjajahan umumnya dilakukan
dengan dua cara, yaitu kolonialisme dan imperialisme.
Kolonialisme dilakukan
dengan tujuan menguras penuh dan mendominasi perdagangan, sumber daya manusia,
dan sumber daya alam pada suatu wilayah untuk dimanfaatkan oleh yang menjajah,
oleh karna itu biasanya mereka yang terjajah dengan cara kolonialisme adalah
mereka yang memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Berbeda dengan
kolonialisme, Imperialsime umumnya dilakukan dengan tujuan menanamkan pengaruh
dalam bidang kehidupan negara yang terjajah, dengan pengaruh itu, para penjajah
akan mengambil keuntungan sebanyak banyaknya yang membuat negara terjajah rugi
dan menderita.
Bentuk koloni terbagi
menjadi koloni eksploitasi, penguasaan SDA dan SDM dengan kerja rodi untuk
negara penjajah; koloni penduduk, mengusir penduduk asli wilayah tersebut; dan
koloni deportasi, melimpahkan hal yang tidak dibutuhkan ke negara yang dijajah.
Bentuk imperialisme
ada yang kuno, yang bertujuan gold,
glory, and gospel.; modern, dengan target industri, dan ultra modern, yang
menyerang ideologi, mental, dan psikologi, terkadang negara terjajah tidak
sadar bahwa ia terjajah imperialisme ultramodern ini.
Contoh negara yang
melakukan kolonialisme adalah Portugis, Spanyol, dan Belanda, sedangkan
imperialisme oleh Jepang dan Inggris
No comments:
Post a Comment