Samudra adalah versi
lebih besarnya laut, jauh lebih luas, dalam, dan unpredictable, bahkan sampai saat ini manusia belum dapat
menjelajahi setiap bagian samudra sampai ke dasarnya.
Bila kita pikir
kembali, kita akan menemukan gagasan “mengapa manusia mau menjelajahi samudra? Kok berani sekali”,
Dari sejarah yang
tercatat, bangsa pertama yang mengarungi samudra adalah bangsa Portugis, diawali oleh orang yang
bernama Bartolomeous Diaz pada tahun 1486, ia bergerak ke arah selatan
menyusuri pantai barat Afrika yang berujung di selatan benua Afrika namun ia
kembali ke Portugis karna ada badai besar, kemudian jalur itu diberi nama
“Tanjung Harapan”. Dilanjutkan oleh Vasco da Gama, tahun 1498, ia melanjutkan
perjalanan Batolomeous Diaz, pergi ke Calicut India dari daerah Tanjung Harapan
tadi.
Sebelum Vasco da Gama
memulai perjalanannya, banga Spanyol
memulai penjelajahan, yang dipimpin oleh Chirstoper Columbus yang mengarungi
samudra atlantik pada tahun 1492, dan berujung di kepulauan Bahama atau
Karibia, ia menduga bahwa dirinya telah sampai di Hindia, oleh karna itu
pendukuk disana ia sebut Indian.
Yang menjadi motivasi
mereka untuk menjelajahi samudra terbentuk dari banyak hal, seperti mereka yang
terpengaruh ajaran Copernicus yang mengatakan bahwa bumi itu bulat dan tertarik
kisah perjalanan Marco Polo pada buku “Imago Mundi”. Majunya ilmu pengetahuan
dan teknologi yang mempermudah pelayaran, seperti penemuan kompas, navigasi,
mesin, dan peralatan lainnya menambah minat mereka untuk berlayar. Kehidupan
sosial mereka yang menganut agama kristen dipengaruhi konsep gold, glory, and gospel juga
meningkatkan semangat berlayar untuk merajah kekayaan, kejayaan, dan melakukan
dakwah. Kejatuhan Konstantinopel yang menjadi pusat perdagangan dan semangat
reqounquesta atau semangat balas dendam yang dimiliki bangsa Eropa yang kalah
dalam perang salib juga mendorong keinginan menjelajah samudra.
Penjelajahan di
lanjutkan oleh Alfonso D’Albuquerque yang menaklukan Malaka pada tahun 1511 dan
jatuh ke tangan Portugis. Bangsa Spanyol juga melakukan penjelajahan lebih lanjut,
Ferdinand Magellan dan Yuan Sebastian Del Canno memimpin ekspedisi ini melewati
pantai timur Amerika ke ujung selatan benua Amerika, lalu menyebrangi samudra
Pasifik, lalu kembali ke Spanyol melewati Tanjung Harapan, Ferdinand meninggal
pada ekspedisi ini, ekspedisi ini dinamai ekspedisi Magellan-Canno
Portugis dan Spanyol
melakukan penjelajahan didasari perjanjian Tordesillas, yang berisi pembagian
arah penjelajahan, Spanyol ke barat, dan Portugis ke timur. Spanyol dan
Portugis sempat bertemu di Maluku, karna itu muncul perjanjian Saragosa 1526
yang menyebabkan Spanyol berdagan di Filipina, sedangkan Portugis tetap di
Maluku.
Selain Portugis dan
Spanyol, Belanda juga melakukan penjelajahan, dengan perbedaan jalur dikarnakan
petunjuk Jan Huygen Van Liscoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada
Portugis. Mewakilkan Belanda, Cornelis de Houtman berlayar ke Tanjung Harapan,
lalu ke Banten, di Banten ia ditolak karna sikapnya yang angkuh dan kasar.
Setelah perjalanan Houtman pada tahun 1596, Jacob Van Neck pergi ke Banten pada
tahun 1598, berbeda dengan Cornelis, ia diterima dengan baik.
sumber:
http://wawasantara.blogspot.co.id/2012/03/sejarah-terjadinya-penjelajahan.html
No comments:
Post a Comment