Friday, March 18, 2016

Saren Taun!

5th

Rasa syukur adalah rasa yang kita ungkapkan ketika kita mendapatkan sebuah anugrah dan rezeki, yang tidak ada habis-habisnya jika kita pikirkan lebih lanjut, rasa syukur akan memuncak ketika rezeki atau anugrah tersebut ada hubungannya dengan diri sendiri, keluarga, kerabat, bahkan negara, tergantung bagaimana orang tersebut menyikapinya.

Cara orang mengungkapkan dan menyalurkan rasa syukurnya juga tentunya berbeda-beda, berfoya-foya, mabuk-mabukkan, ke diskotik, dan mencoret-coret baju dapat kita jadikan cara untuk mengungkapkan rasa syukur, namun hal tersebut jika kita pikir terlebih dahulu. Ada baiknya kita tujukan rasa syukur kita kepada tuhan yang maha esa, bila dengan simbolis, gunakan simbol -simbol yang positif, seperti bersedekah, sujud syukur, dan mengingat-ingat siapa yang telah memberikan rezeki ini secara tidak langsung yang tentunya adalah Allah .

Salah satu cara mengungkapkan rasa syukur ini diterapkan oleh masyarakat sunda adalah Seren Taun, adalah suatu upacara tahunan, biasanya diawali dengan mengambil air suci dari 7 sumber air yang dikeramatkan, lalu dicipratkan kepada orang-orang, dilanjutkan dengan sedekah kue, dan menyembelih kerbau yang dagingnya kepada warga yang tidak mampu, dilanjutkan dengan makan tumpeng bersama dan dimalam harinya acara wayang. Inti upacara ini adalah proses penyerahan padi dari masyarakat kepada ketua adat, lalu padi dimasukakan kedalam lumbung-lumbung, lalu ditumbuk bersama sama, biasanya bagian inti tersebut dilaksanakan pada sekitar pukul 8 pagi. Acara tersebut juga dilengkapi dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama, tidak hanya itu semua, biasanya di acara ini juga ada pertunjukan kesenian adat sunda yang beragam.

Tercatat di sejarah bahwa upacara ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, sejak zaman orang indonesia masih menganut animisme dan dinamisme, namun sejak itu upacara ini terpengaruh budaya-budaya yang datang dari luar Indonesia, Budha, Hindu, serta Islam sudah menorehkan khasnya pada upacara ini sehingga menghasilkan perpaduan yang unik dalam upacara ini

No comments:

Post a Comment