Pergerakan nasional adalah gerakan menuju tujuan yang dianggap dapat membuat sejahtera pada saat itu, berdasarkan banyak faktor, beberapanya adalah faktor luar dan faktor dalam, faktor luarnya adalah fakta fakta dan berita yang datang dari luar negeri yaitu kemenangan Jepang melawan Rusia (1905) yang membuktikan bahwa asia dapat menentang negeri barat yang saat itu berkuasa atas asia.
Faktor pergerakan ini juga datang dari dalam, kesengsaraan dan kesan-kesan buruk yang diberikan bangsa luar terhadap masyarakat sehingga membuat masyarakat memberontak dan mencoba menggapai kata merdeka.
Pergerakan ini diawali secara resmi oleh dr. Wahidin Sudiruhusodo dengan memberikan gagasan kepada pelajar-pelajar Stovia yang salah satunya bernama Sutomo, gagasan ini membangkit semangat para pelajar sehingga berujung dengan rapat dan membentuk organisasi bernama Budi Utomo yang diketuai oleh Sutomo.
Tujuan awal dari berdirinya Budi Utomo adalah untuk menjamin kemajuan bangsa, dengan pendidikan dan pengajaran dalam lingkup yang luas. Budi Utomo akhirnya mengusulkan Komite Pertahanan Hindia yang bertujuan untuk mempertahankan Indonesia dari serangan luar, namun pemerintah Belanda menolak usulan itu dan jurtru mendukung pembentukan Dewan Rakyat Hindia, ketika Dewan Rakyat Hindia didirikan, Budi Utomo berpartisipasi didalamnya dan mencantumkan tujuan Indonesia Merdeka di organisasi tersebut.
Kejadian ini melatar belakangi kebangkitan masyarakat Indonesia dan menyebabkan banyak terbentuk organisasi-organisasi yang bergerak dalam pergerakan nasional demi kemerdekaan Indonesia.
Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pergerakan nasional ini antara lain:
Dr. Sutomo, seperti yang dikatakan sebelumnya, beliau adalah pendiri Budi Utomo, organisasi yang diketahui sebagai perintis organisasi pergerakan nasional
Amien Rais, dia mungkin tidak berpartisipasi secara langsung, namun ia tetap memberikan komentar secara kontinu pada rentan waktu yang lama kepada pemuda-pemuda lain sehingga mereka tetap tergerak dan tidak putus asa dalam memperjaungkan kemerdekaan Indonesia
R.A. Kartini, dikenal atas jasa dan keberhasilannya memperjuangkan emansipasi wanita dan menaikkan derajat mereka
Dalam pergerakan-pergerakan yang terjadi di indonesia, banyak perbedaan paham dalam melaksanakannya, paham atau ideologi tersebut berkembang bersamaan dengan organisasi yang menganutnya,
Liberalisme adalah salah satunya, dibawa bangsa belanda, paham yang mengutamakan kebebasan individu dalam kebebasan bermasyarakat, seperti memperjuangkan hak masyarakat dalam kebebasan dalam meningkatkan taraf pribadinya, contoh organisasi yan mengembangkan paham ini adalah Indishce Partij.
Nasionalisme juga merupakan paham yang berkembang di Indonesia, mengutamakan perasaan cinta dan rasa rela berkorban demi tanah air atau daerah tempat lahir ataupun tempat tinggalnya. Paham ini menjadi paham yang paling populer dan banyak penganutnya karna dianggap memiliki banyak kelebihan, terutama dalam menyatukan Indonesia yang memiliki beragam jenis masyarakat. Ir. Soekarna mempopulerkan paham ini dalam partai yang diikutinya, PNI.
Demokrasi dalam hal ini menjadi saingan paham Nasionalisme, setelah bebas dari penjajahan, paham ini berkembang sehingga paham ini dapat disebut sebagai paham yang baru, paham ini mengutamakan partisipasi langsung pengikutnya dalam memutuskan suatu perkara.
Pan-Islamisme, dengan dorongan menyatukan agama islam di seluruh dunia, paham ini memperjuangkan Indonesia dengan didasari ikatan keagamaan.
Selanjutnya, Komunisme, paham ini mengutamakan kesetaraan dan kepemilikan bersama atas segalanya, paham ini kurang cocok dengan masyarakat Indonesia karna masih baru dan dibawa oleh bangsa Belanda, karna kurangnya simpati, penganut paham ini bertindak kotor dalam memperjuangkan pahamnya.
No comments:
Post a Comment