2nd
Zaman, satuan waktu yang tidak memiliki ketetapan berapa
lama satu zaman itu berlangsung. Kita belajar mengenai zaman-zaman yang pernah
terjadi pada dahulu kala, salah satunya Zaman Batu, disebut begitu karna
peralatan tercanggih buatan manusia pada saat itu berbahan dasar batu.
Terbagi menjadi 4 zaman pada saat zaman batu, yaitu :
Zaman batu tua (palaeolithicum),
yang menjadi dasar dari zaman batu adalah zaman paleolithicum, di zaman ini peralatannya
masih terbuat dari batu atau tulang yang masih kasar, antara lain adalah kapak
genggam, kapak perimbas dan alat serpih. Manusianya pun hidup mencari makan
dengan meramu dan berburu. Bertempat tinggalnya secara nomaden
(berpindah-pindah) dan belum mengenal seni.
Zaman batu madya (mesolithicum),
memiliki ciri-ciri khusus yang hampir sama dengan zaman palaeolithicum, dengan
tambahan berupa peradaban yang lebih teratur, dibuktikan dengan
ditemukannya Kjokkenmoddinger atau bukit-bukit karang hasil sampah dapur dan
ditemukan Abris Sous Roche atau gua-gua sebagai tempat tinggal. Manusia zaman
ini sudah mengenal seni yang berupa lukisan, yang ditemukan di dinding dinding
gua, lukisan ini berbentuk cap tangan dan babi hutan, dan juga sudah mulai
mengenal kepercayaan terhadap adanya sesuatu hal yang lebih kuat dari manusia.
Zaman batu muda (neolithicum) zaman ini
merupakan revolusi dari mesolitikum. telah terjadi perubahan yang mendasar pada
corak kehidupan, cara bertempat tinggal, maupun peralatan hidupnya, dibuktikan
dengan peralatan sudah dihaluskan bahkan diberi tangkai. jenis alat yang
digunakan berupa kapak persegi dan lonjong; pakaiannya terbuat dari kulit kayu;
perhiasannya terbuat dari batu dan manik-manik; telah mencoba bertempat tinggal
menetap/sedenter; telah memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam bercocok
tanam, serta menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
Zaman batu besar (megalithicum),
Disebut zaman batu besar karena hasil-hasil kebudayaan umumnya terbuat dari
batu dalam ukuran besar, diantaranya Menhir, tugu yang
terbuat dari batu besar, biasanya menhir ini digunakan untuk tempat memuja
arwah leluhur; Dolmen, meja batu
yang digunakan untuk meletakkan sesaji; Kubur batu, yang menjadi tempat menyimpan mayat. Kubur batu ini
berbentuk persegi panjang, dan terbuat dari lempengan-lempengan batu; Waruga: adalah kubur batu yang berbentuk kubus, dengan fungsi
yang sama; Sarkofagus: adalah
kubur batu yang berbentuk lesung, terbuat dari satu batu; dan Punden
berundak, merupakan suatu bangunan yang
terbuat dari batu yang disusun berundak-undak
No comments:
Post a Comment