Dengan bekal semi-bangsawannya Tan belajar ke berbagai tempat termasuk Belanda, rute perjalanan Tan pun sangatlah kompleks dan panjang, dia mengisi kebutuhan hidupnya dengan membagikan ilmu-ilmunya di berbagai tempat yang ia singgahi
Tan Malaka adalah sosok yang idealis, beliau memiliki kepercayaan bahwa Islam dan Komunis dapat berjalan bersandingan, namun idealisme-nya ini berimbas jelek saat ia menentukan pasangan hidupnya, ia tidak sempat menikah sampai ajalnya tiba.
Berbagai halangan dan rintangan yang dihadapi Tan Malaka dalam
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, mulai dari penangkapan dan
pembuangan di Kupang, pengusiran dari negara Indonesia, seringnya
konflik dengan Partai Komunis Indonesia hingga pernah diduga kuat
sebagai dalang dibalik penculikan Sutan Sjahrir pada bulan Juni 1946.
Berbagai peran pentingpun diraih Tan Malaka, diantaranya kepemimpinan
dalam berbagai organisasi dan partai. Sempat mendirikan partai PARI pada
tahun 1927 dan Partai Murba pada tahun 1948, hingga mendirikan sekolah
serta mengajar di China pada tahun 1936 dan sekolah tinggi Singapura.
Ada hal yang sangat penting dalam kemerdekaan Indonesia pada tahun
1945,dimana peranan Tan Malaka dalam mendorong para pemuda yang bekerja
di bawah tanah masa pendudukan Jepang agar mencetuskan "Revolusi" yang
tepatnya pada tanggal 17 Agustus.
Alasan mengapa saya memilih Tan Malaka adalah bahwa beliau tetap low-profile dan bisa memperjuangkan kemerdekaan dengan cara yang lain.

No comments:
Post a Comment