3rd
Indonesia adalah negara yang memiliki budaya yang sangat
beragam, letak geografis-nya yang diapit dua benua dan dua samudra menjadi penyebab
banyaknya ragam budaya. Rasa keingintahuan masyarakat Indonesia dan ajakan
pendatang-pendatang yang memanfaatkan Indonesia sebagai jalur penyebrangan
mempengaruhi pola hidup masyarakat Indonesia, beberapa diantara budaya tersebut
adalah agama, diantaranya ada agama Hindu dan Budha.
Faktor keterbatasan pada masa itu menyebabkan sejarah belum
mencatat bagaimana persisnya yang terjadi saat itu, sehingga muncul-lah
teori-teori yang mengemukakan bagaimana agama Hindu Budha bisa diterima oleh
masyarakat Indonesia berdasarkan penelitian dan pertimbangan dengan fakta-fakta
yang tertera saat ini.
N. J. Krom menyatakan bahwa agama Hindu dan Budha masuk ke
Indonesia disebabkan oleh pedagang-pedagang india, yang dalam kasta-nya disebut
Waisya, sehingga biasa disebut dengan
nama Teori Waisya, didukung dengan prinsip bahwa mayoritas orang India
yang datang ke indonesia adalah pedagang, dikarnakan sumber daya alam Indonesia
yang sangat melimpah, namun karna jarak dan waktu, banyak dari mereka yang
singgah dalam waktu yang lama bahkan menetap dan membentuk keluarga dengan
pribumi, lalu mereka memperkenalkan agama mereka lewat interaksi-interaksi
tersebut.
Teori ini diragukan karna penyebaran agama Hindu dan Budha
yang terjadi tidaklah hanya di pelabuhan atau pusat kota yang menjadi tempat
transaksi, bahkan tidak sedikit di wilayah pedalaman, prasasti yang ditemukan
banyak yang bertuliskan tulisan sansakerta ataupun pallawa yang tidak banyak
dimengerti pedagang. Dibuktikan dengan adanya kerajaan bercorak Hindu di
pedalaman pulau Jawa.
F. D. K. Bosch berpendapat bahwa dulu di India sering
terjadi perang antargolongan. Perang tersebut tidaklah selalu diinginkan oleh
partisipannya, banyak diantara mereka yang jenuh atau yang kalah dalam peperangan
tersebut meninggalkan wilayah India sampai ada yang menuju Indonesia, setelah
itu mereka berusaha mendapatkan koloni lagi dengan cara menanamkan paham yang
sama kepada setiap yang ditemuinya. Intinya teori ini menunjukkan bahwa
prajurit-lah yang menyebarkan agama Hindu dan Budha, terkenal dengan nama Teori Ksatria.
Kurangnya bukti tertulis tentang kolonisasi ini dan
lagi-lagi bahasa pada prasasti menjadi hal yang perlu dipertimbangkan ketika
mengkaji teori ini.
J. C. van Leur mengungkapkan pendapatnya bahwa para pemuka
agama Hindu dan Budha atau dengan kasta-nya disebut dengan Brahmana diundang oleh pemimpin-pemimpin suku dalam rangka
mengesahkan kekuasaan mereka setingkat dengan raja-raja di India, serta untuk
menyebarkan agama kepada masyarakat yang masih menganut animisme dan dinamisme,
teori ini disebut dengan Teori Brahmana.
Didukung dengan banyaknya prasasti bertuliskan bahasa
sansakerta dan huruf pallawa, yang hanya bisa dimengerti dengan jelas oleh
kasta Brahmana, namun dalam
aturannya, pendeta-pendeta tersebut mempunyai prinsip pantang menyebrang lautan
yang menjadikan teori ini diragukan.
G. Coedes mengatakan bahwa masyarakat Indonesia-lah yang
merantau serta kembali lagi dengan pengetahuan-pengetahuan yang didapat ketika
merantau itu, lalu membagikan pengetahuan tersebut kepada yang lainnya, dengan
demikian teori ini dinamakan dengan Teori
Arus Balik, banyak tanggapan menyatakan setuju akan teori ini, yang perlu
dipertimbangkan hanyalah sifat masyarakat Indonesia pada waktu itu yang
kebanyakan masih pasif, serta bukti-bukti penjelas teori ini yang masih sedikit
jumlahnya.
Kasta pada agama Hindu dan Budha sebenarnya terbagi menjadi
pendeta atau pemuka agama (Brahmana);
prajurit, pejuang atau bangsawan (Ksatria);
pedagang (Waisya); petani, peternak
atau buruh (Sudra); dan pengemis atau
yang non-kasta (Paria), namun ada
yang berpendapat Paria bukanlah
sebuah kasta. Ada juga yang berpendapat bahwa kasta Sudra berperan dalam penyebaran agama Hindu dan Budha di Indonesia,
namun ini sangat diragukan karna banyaknya kekurangan yang diajukan kepada
teori tersebut.
Masih dipertanyakan kebenaran teori-teori tersebut, masih
dilakukan berbagai penelitian yang ditujukan untuk menemukan kepastian
bagaimana penyebaran agama dengan tuhan berupa dewa-dewa tersebut, masih
dibutuhkan bukti-bukti untuk mendukung teori tersebut, semoga kita dapat
menemukan titik terang bagaimana sebenarnya penyebaran tersebut.
Thanks to :
buku SEJARAH Indonesia untuk SMA/MA Kelas X Kelompok Wajib
Jilid 1 – Ratna Hapsari, M. Adil – Penerbit Erlangga
No comments:
Post a Comment