Diadaptasi dari : http://www.beritasatu.com/ekonomi/216539-pakar-mea-belum-tentu-bikin-masyarakat-sejahtera.html
Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Mustafa Edwin Nasution
mengatakan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 belum
tentu menjadikan masyarakat sejahtera.
"Secara teoritis memang bisa meningkatkan kesejahteraan karena pasar
bertambah besar, pendapatan semakin bertambah dan kemiskinan berkurang,"
ujar Mustafa dalam seminar ekonomi syariah di Fakultas Kedokteran Gigi
Prof Moestopo di Jakarta, Sabtu (11/10).
Tapi sayangnya, hal itu belum tentu terwujud tanpa adanya kerja keras dari masyarakat itu sendiri. "Semuanya harus bekerja keras pada MEA itu," tambah dia.
Indonesia, lanjut dia, mempunyai pasar yang sangat besar karena jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa.
"Ditambah kekayaan alam kita yang melimpah, itu potensi yang harus
dimanfaatkan. Tapi sangat disesalkan potensi-potensi itu belum tergarap
secara optimal," terangnya.
Indonesia memiliki penduduk besar tapi pendapatan per kapita masih jauh dibandingkan Malaysia dan Singapura.
"Pendapatan per kapita Indonesia hanya US$ 4.700. Sedangkan Malaysia
US$ 13.000 dan Singapura US$ 51.000 per tahun." Pemerintah dinilai perlu
melakukan peningkatan sumber daya manusia.
"Keadilan dalam mendukung rakyatnya berusaha harus ditegakkan. Setiap
orang bisa melakukan usaha. Jangan ada hambatan dan infrastruktur
dibenahi," jelas dia.
Indonesia memiliki jumlah penduduk Indonesia terbesar di dunia atau
lebih dari 13 persen populasi dunia, namun ekonomi syariah belum
berkembang dengan baik. Pangsa pasar perbankan syariah belum mencapai
lima persen.
No comments:
Post a Comment